Langsung ke konten utama

Puisi Air

Air
Audya Nurul Fathia

Setiap aku
Hidup bersama mu
Sepertinya.. tak akan kau hargai ku
Biarkan saja, masih terlalu banyak aku yang lain

lain kau lain mereka
Jika aku bisa memilih
Enyah saja aku dari hadapanmu
Dan pasti akan ku hampiri mereka

Apa pedulinya kau?
Selau menyiakan keberadaan ku ini
Memangnya, siapa dirimu?
Berani nya kamu
Asik bergembira bersamaku, tanpa memikirkan mereka

Sombong sekali
Memang, terlalu banyak aku di sini
Tapi kumohon.. hargai aku
Walau mungkin hanya setetes
Karena, masih terlalu banyak yang membutuhkan diriku





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Akan Ujian

Ga kerasa ya udah akhir bulan Maret aja. Dan artinya Ujian Nasional udah ada di depan mata. Sejak beberapa bulan yang lalu di sekolah udah mulai dikasih “santapan” soal “nikmat” yang disuguhin setiap pelajaran. Gatau deh yah rasanya kenyang banget, cape banget. Sebenernya ini bukan ujian pertama yang aku hadapin, tapi karena ini ujian yang akan di lewatin, rasanya deg degan aja terus L . Soalnya nilai UN ini buat nentuin Masuk SMA. Nah buat ngatasin rasa cape, deg degan atau lainnya.. Aku punya beberapa tips yang biasa dilakuin dan sekaligus buat ngingetin dirim sendiri: Pertama Belajar sebelum ujian. Sebenernya sih lebih enak kalau kita udah belajar dari malem sebelum- sebelumnya. Apalagi kalau yang diujiankan itu IPA, IPS, atau yang yang banyak apalan yang lainnya. Nah pas malem sebelum ujiannya tinggal di ulang ulang lagi atau ngerjain contoh soal deh. Kedua Perbanyak do’a sama Allah. Ini ga kalah penting nih! Malah penting banget. Kalau udah berusaha belajar bener ...

LaSastra 2016

Gue seneeeng seseneng senengnya orang karena LaSaastra udah berjalan dengan baik. Dan gue sediih sesedih sedihnya orang karena harus pisah sama perjuangan selama LaSastra. Setahun yang lalu kurang lebih gue juga pernah posting tentang lasastra. Dan saat itu gue merupakan pers yang kepengen jadi panitia buat tahun selanjutnya. Dan baam, setelah ikut seleksi diksar gue pun terpilih buat jadi salahsatu panitia anggota publikasi dan dokumentasi. Bukan tanpa alasan gue masuk seksi itu. Tapi karena dari awal udah minat banget lah pokoknya. "Jika Aku Menjadi Panitia Lasastra Aku Akan...". Dimulai dari ngumpulin poster lasastra setiap tahunnya, lalu dibuatlah google drive pubdok yang tertata rapi. Hingga satu persatu tugas selesai terlaksanakan. Kalo mau sombong, hahahaa..  semua yang berkaitan dengan poster, pamflet dan design lainnya ya itu adalah hasil kerja payah seksi gue wkwkwkk.. bangga iya kecewa juga iya. Bangga hasil kerja kerasnya bisa diabadikan, kecewa karena belum...

maaf

Aku malu. Malu dengan diriku sendiri. Pernah aku berkata. Tapi aku sendiri yang melanggar kataku. Mereka, dia, tidak sadar. Pasti. Saat itu, aku lupa kapan. Saat itu aku bingung dengan kondisi fikiranku. Dan aku tak punya jalan keluar. Hanya satu, iya aku menyampaikan kegelisahan saat itu kepada sahabatku. Aku menangis, mengomel, berbisik, tertawa bahkan berteriak. Ya aku lakukan hal itu supaya hati ini lega. Tapi aku lupa. Aku merasa sangat egois saat ini. Aku lupa. Tidak hanya aku, tapi mereka, dia. Dia apa kabar? Aku lupa dia, mereka pun memiliki masalah sama. Tapi aku lupa. Bukan bermaksud melupakan. Tapi memang begitu. Maaf ini untuk segala yang aku lupa.